Kultus Individu

Kultus Individu Capres

http://www.ui.ac.id/download/kliping/Kultusindividu-capres.pdf

Bukan zamannya lagi kultus individu. Pengultusan dapat menyesatkan masyarakat. Apa lagi, pengultusan melalui iklan politik dimaksudkan menaikkan kepopuleran menjelang pilpres ini. Iklan politik membujuk atau mengajak rakyat pemilih supaya mencontreng capres yang bersangkutan pada pilpres 8 Juli mendatang. Namun, politik pencitraan yang menjurus pada pengultusan yang berlebih-lebihan melalui iklan politik melanggar etika politik dan politik beretika. Karena apa? Semua capres manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan-kekurangan sehingga kultus individu tidak pantas diiklankan.

Idealnya, seorang capres mengiklankan mutu kepemimpinan nasional, visi, misi dan program di media cetak dan elektronik. Kita sebagai rakyat pemilih ingin mengetahui perihal kepemimpinan nasional para capres. Itulah pendidikan politik.

Pengultusan melalui media cetak dan media elektronik, kurang mendidik. Semua capres justru kita harapkan mendidik masyarakat agar memandang seseorang capres secara wajar saja pada pilpres ini. Semua capres tidak perlu membangun citra dengan kultus individu.

Kita harapkan rakyat pemilih yang rasional dan cerdas, bukan rakyat pemilih yang emosional dan atau hanya ikut-ikutan memilih capres tertentu tanpa pertimbangan. Ingat! Iklan politik membuat Anda mudah mengangguk tanpa kesadaran. Demokrasi tumbuh dan berkembang pada masyarakat yang tinggi kebudayaan (cara hidup/way of life) dan peradabannya.

10 Juni 2009

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s